Laporan KODEBOS Evaluasi Penggunaan Layar Vertikal Oleh Pemain
Redaksi KODEBOS mengamati perubahan perilaku yang menarik di kalangan pemain game mobile: semakin banyak yang memilih bermain dalam mode potret atau layar vertikal, alih-alih landscape. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan respons terhadap desain antarmuka yang semakin dioptimalkan untuk penggunaan satu tangan. Bagi banyak pemain, mode vertikal menawarkan kenyamanan yang tidak bisa ditawarkan oleh layar lebar, terutama di tengah mobilitas tinggi.
Penggunaan layar vertikal dalam game memiliki implikasi yang luas, mulai dari desain antarmuka hingga kesehatan pengguna. Data menunjukkan bahwa game dengan mode potret memiliki rata-rata durasi sesi 15% lebih lama dibandingkan game yang hanya mendukung landscape . Angka ini mengindikasikan bahwa kenyamanan dan aksesibilitas berhubungan langsung dengan keterlibatan pemain. Dalam laporan ini, kami akan mengevaluasi berbagai aspek dari tren ini, termasuk dampaknya terhadap pengalaman bermain dan tantangan yang dihadapi oleh pengembang.
Kenyamanan Genggaman Satu Tangan
Salah satu alasan utama pemain beralih ke layar vertikal adalah kemudahan penggunaan dengan satu tangan. Dalam mode potret, semua tombol kontrol berada dalam jangkauan ibu jari, memungkinkan pemain untuk bermain sambil melakukan aktivitas lain seperti berdiri di transportasi umum atau sekadar bersantai di sofa . Ini adalah keuntungan ergonomis yang tidak bisa direplikasi oleh mode landscape, yang biasanya membutuhkan dua tangan dan perhatian penuh. Game seperti "Mahjong Ways 2" dari PG Soft yang dioptimalkan untuk layar vertikal menjadi contoh bagaimana pengembang menyesuaikan tata letak agar nyaman digenggam .
Kenyamanan ini juga mengurangi kelelahan fisik. Dalam mode landscape, pergelangan tangan harus ditahan pada posisi yang kurang alami untuk waktu yang lama, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan cedera. Sebaliknya, mode vertikal memungkinkan posisi tangan yang lebih rileks dan alami, mengurangi risiko kelelahan otot dan memungkinkan sesi bermain yang lebih panjang tanpa rasa sakit. Ini adalah faktor penting yang sering diabaikan dalam desain game.
Pengalaman Visual yang Lebih Fokus
Layar vertikal menawarkan pengalaman visual yang berbeda dari landscape. Dalam mode potret, bidang pandang vertikal diperluas, sementara bidang horizontal dipersempit. Hal ini memungkinkan pemain untuk fokus pada elemen-elemen yang bergerak dari atas ke bawah, seperti dalam game puzzle atau game dengan mekanisme "cascade" . Bagi beberapa genre, perspektif vertikal justru lebih natural dan memudahkan pemain untuk melacak pergerakan elemen game dari atas ke bawah tanpa harus menggerakkan mata terlalu lebar.
Fokus vertikal ini juga dapat meningkatkan imersi. Dengan mengurangi gangguan visual di sisi kiri dan kanan, pemain dapat lebih berkonsentrasi pada area permainan utama. Penelitian menunjukkan bahwa dalam game dengan orientasi potret, pemain 20% lebih cepat dalam merespons objek yang muncul di tengah layar dibandingkan dengan landscape . Ini menunjukkan bahwa orientasi vertikal bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga tentang performa kognitif.
Optimasi Antarmuka untuk Layar Vertikal
Pengembang game yang serius tentang pengalaman pengguna mulai merancang antarmuka mereka dari awal dengan mempertimbangkan layar vertikal. Tombol-tombol ditempatkan di bagian bawah layar, area yang paling mudah dijangkau oleh ibu jari. Menu dan informasi sekunder ditempatkan di bagian atas atau disimpan dalam menu tarik-turun, memastikan bahwa area permainan tetap bersih dan tidak terganggu . Pendekatan ini berbeda secara fundamental dari desain landscape di mana tombol sering ditempatkan di sisi kiri dan kanan layar.
Beberapa game bahkan menawarkan opsi untuk mengganti orientasi sesuai preferensi pemain, memberikan fleksibilitas maksimal. Namun, mode vertikal sering menjadi pilihan utama karena pengembang mengoptimalkan pengalaman di orientasi tersebut terlebih dahulu. Dalam game seperti "Gates of Olympus" dari Pragmatic Play, tata letak grid 6x5 yang digunakan sebenarnya lebih cocok untuk layar vertikal karena memungkinkan visual yang lebih besar dan lebih jelas dibandingkan jika dipaksakan ke mode landscape .
Dampak pada Genre Game Tertentu
Tidak semua genre game cocok dengan layar vertikal. Game yang membutuhkan bidang pandang horizontal yang luas, seperti game balap atau game strategi dengan peta besar, cenderung lebih baik dimainkan dalam mode landscape . Namun, untuk genre seperti slot, puzzle, game kartu, atau game kasual, mode vertikal adalah pilihan yang sangat alami dan seringkali lebih unggul. Dalam game slot, misalnya, gulungan yang bergerak dari atas ke bawah terasa lebih intuitif dalam orientasi vertikal.
Data menunjukkan bahwa game dengan mode vertikal mendominasi kategori game kasual dan puzzle di toko aplikasi. Lebih dari 60% game dengan pendapatan tertinggi di kategori tersebut mengadopsi orientasi potret sebagai default . Hal ini menunjukkan bahwa pemain game kasual lebih menyukai kemudahan akses dan kontrol satu tangan yang ditawarkan oleh layar vertikal, dan pengembang merespons permintaan ini dengan menyesuaikan desain mereka.
Home
Bookmark
Bagikan
About
Chat