<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10266">
 <titleInfo>
  <title>Pesantren dan Problem Kenakalan Remaja:</title>
  <subTitle>Studi Kasus Pesantren Karangsawon Lamongan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Achmad Baihaqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>Skripsi</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berfokus pada pertanyaan tentang bagaimana upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pondok Pesantren Karangsawo Paciran Lamongan di bawah kepemimpinan Kiai Minhajul Abidin dalam merespons praktik kenakalan remaja yang terjadi pada santri-santri di pondok pesantren tersebut. Batasan yang diambil dalam penelitian ini adalah peran bagaimana peran pemahaman serta praktik keagamaan dalam mengikis persoalan kenakalan remaja, serta kondisi atau perubahan para santri sebelum dan sesudah berada di pesantren. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan pendekatan psikologis dengan merujuk pada teori tentang juvenile delinquency/kenakalan remaja yang diusung oleh Jhon W. Santrock, di mana dia membagi kenakalan remaja pada tiga bagian, yaitu: perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial (contohnya bertindak berlebihan dalam lingkungan sekolah); pelanggaran (misalnya seperti melarikan diri dari rumah); melakukan tindakan kriminal (seperti mencuri, membunuh dan lain-lain). Pendekatan dan teori ini dipakai untuk melihat bagaimana kondisi yang tampak serta kondisi psikologis dari masing-masing santri yang dianggap memiliki permasalahan kenakalan remaja serta perubahan yang terjadi. Temuan dalam skripsi ini menunjukkan bahwa Kiai Minhajul Abidin mencoba untuk mengalihkan perhatian dari para santri yang memiliki problem kenakalan remaja dengan memberikan serta menanamkan pemahaman keagamaan dengan cara memberikan kesibukan baru yang erat dengan nilai-nilai keislaman. Kegiatan yang dilakukan semisal shalat berjama’ah, dzikir bersama, serta kajian keislaman, terbukti berhasil meminimalisir tingkat kenakalan remaja. Penelitian ini juga membuktikan bahwa pemahaman serta praktik keagamaan yang dilakukan secara konsisten dan mendalam, sangat mampu memberikan perubahan nyata guna menangkal kenakalan yang terjadi pada kalangan remaja.&#13;
Kata Kunci: Pesantren, Kenalakalan Remaja, Jawa Timur.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>OPAC Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10266</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 13:34:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 13:35:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>