Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Sebagai lembaga yang fokus pada perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina, lembaga Spirit of Aqsa (SoA) menghadirkan sebuah program khusus yaitu pembacaan surah Al-Isra’. Hal ini menarik karena selain menjadi hal yang baru di masyarakat, pembacaan surah Al-Isra’ juga belum pernah diteliti dalam kajian living Qur’an. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan antara lain, observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul kemudian masuk ke dalam empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pembacaan surah Al- Isra’ di lembaga Spirit of Aqsa sebagai program khusus diaplikasikan di pihak internal (karyawan SoA) dan eksternal (jemaah, donatur dan komunitas Relawan Baitul Maqdis). Pembacaan surah Al-Isra’ di internal dibagi lagi menjadi dua. Yang pertama bersifat anjuran, yaitu individu membaca masingmasing setiap malam. Yang kedua, dibahas dalam majelis tadzkir satu kali sepekan. Sementara untuk pihak eksternal, pembacaan surah Al-Isra’ tidaklah rutin. Disesuaikan dengan permintaan jemaah, donatur dan komunitas Relawan Baitul Maqdis atau lembaga Spirit of Aqsa yang mengajukan kerjasama dengan jemaah, masjid, lembaga dan institusi lainnya. Tujuan dari adanya pembacaan surah Al-Isra’ di lembaga Spirit of Aqsa diantaranya untuk memberikan kesadaran pada masyarakat tentang urgensi membela Masjidil Aqsa dan ajang silaturahmi masyarakat yang memiliki perhatian yang sama akan Masjidil Aqsha. Kata kunci : Al-Isra’, Spirit of Aqsa, Masjidil Aqsha

Penelitian ini berpusat pada pembahasan mengenai corak adabi ijtima'i atau sosial kemasyarakatan dalam kitab tafsir berbahasa Sunda yang berjudul Ayat Suci Lenyepaneun karya Moh. Emon Hasim. Dengan penelusuran ini, penulis mengungkap usaha Emon Hasim dalam mengenali dan menelaah permasalahan sosial di Indonesia, khususnya budaya dan gaya hidup masyarakat Sunda melalui ketepatan redaksi ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung nilai-nilai humanis dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Bukti yang dapat dikenali dari definisi masalah yang ditanyakan dalam penelitian ini adalah "Bagaimana penerapan tafsir adabi ijtima'i dalam penjelasan ayat-ayat suci Lenyepaneun dan signifikansinya pada masa kini?" Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam mengolah data yang berupa teori. Berdasarkan sumber informasi yang dikumpulkan, penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan ayat-ayat yang menampilkan kritik sosial dalam beberapa topik, yaitu; riba, minuman khamr, fitnah, jilbab, dan gibah sebagai bentuk protes dari pertanyaan yang diajukan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif analitik untuk menganalisis data. Hal yang muncul dari penelitian ini ada dua hal. Pertama, enam ayat yang dibedakan sebagai penerapan corak adabi ijtima'i dalam tafsir Ayat Suci Lenyepaneun jilid 3, 7, 18, 22, dan 26 melalui dialog tentang riba, minuman khamr, fitnah, hijab, dan gibah. Saat ini, corak adabi ijtimai yang diterapkan pada Ayat Suci Lenyepaneun masih menjadi penting, dan memudahkan orang awam untuk mengetahui makna ayat-ayat Al-Qur'an. Signifikansi tersebut diketahui melalui cara penerjemahan Hasim dengan mengutip kasus-kasus dan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat umum. Kata kunci: Corak Adabi Ijtima’i dan tafsir Ayat Suci Lenyepaneun

Skripsi ini berangkat atas ketertarikan peneliti terkait bagaimana peta literasi al-Qur?an pada anak di Kelurahan Cirendeu Tangerang Selatan. Mampu membaca al-Qur?an bagian dari identitas seorang muslim, yang perlu diajarkan sejak usia dini. Akan tetapi pada data yang diperoleh dari Kementrian Agama Kota Tangerang Selatan maupun kelurahan tidak ditemukannya data terkait Taman Pendidikan al-Qur?an (TPQ). Maka dari itu, penulis memfokuskan penelitian ini agar mengetahui bagaimana pemetaan literasi al-Qur?an pada anak usia 5-13 tahun di TPQ Kelurahan Cirendeu Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi ke lapangan, wawancara dengan pihak yang terkait pada penelitian serta memasukkan dokumen-dokumen yang berkaitan pada penelitian ini. Pada data yang telah dikumpulkan penulis melakukan analisis data yang disajikan dalam deskripsi sehingga dapat menarik kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan kegiatan literasi al-Qur?an pada anak TPQ di Kelurahan Cirendeu Tangerang Selatan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Sekitar kurang lebih 75% anak-anak usia 5-13 tahun telah mengikuti kegiatan pembelajaran al-Qur?an pada lembaga-lembaga al-Qur?an yang terdapat pada wilayah Kelurahan Cirendeu Tangerang Selatan. Kata Kunci: Literasi, Al-Qur’an, Anak, Cirendeu

 Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Hasil Pencarian


Ditemukan 8160 dari pencarian Anda melalui kata kunci: Author : "a"
Saat ini anda berada pada halaman 113 dari total 816 halaman
Permintaan membutuhkan 0,12061 detik untuk selesai
XML ResultJSON Result

Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog