Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Skripsi ini mengkaji tentang kisah kemarahan Nabi Musa dalam QS. Al-A’r?f ayat 150-154 menurut penafsiran Imam as-Suyu?i dan Abdul Malik Karim Abdulloh. Pernyataan yang akan dibahas adalah bagaimana penafsiran Imam as-Suyu?i dan Abdul Malik Karim Abdulloh mengenai kemarahan Nabi Musa dalam QS. Al-A’r?f ayat 150-154 dan studi perbandingan maknanya. Penelitian ini termasuk dalam kategori kepustakaan (library research) dan sifatnya adalah deskriptif-komparatif. Sumber utama data adalah al-Qur’an, kitab tafsir Jal?lain dan tafsir al-Azh?r, ditambah dengan literatur terkait lainnya seperti jurnal, tesis, desertasi, buku-buku dan artikel yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analisis, yaitu dengan menelaah kitab yang ingin dijadikan rujukan penelitian. Imam as-Suyu?i dalam kitab tafsirnya memaparkan bahwa sikap marah Nabi Musa dilampiaskan kepada kaumnya yang zolim dan Harun saudaranya. Selain itu dalam penafsiran ini, as-Suyu?i menjelaskan bahwa lembaran Taurat yang dilempar Nabi Musa pecah dan Musa melampiaskan amarahnya dengan menarik rambur Harun menggunakan tangan kanan dan jenggot Harun menggunakan tangan kiri guna mengarahkan Harun ke hadapannya. Hal itu menggambarkan bahwa Nabi Musa merupakan manusia yang tetap akan memiliki rasa sedih dan marah. Sedangkan Hamka menafsirkan amarah Nabi Musa sebagai bentuk karakter yang tercipta akibat latar belakang kehidupan Nabi Musa yang penuh dengan perjuangan, selain itu sikap tega Musa memarahi kaumnya baik yang zalim maupun tidak beserta Harun saudaranya, merupakan sisi tanggung jawab beliau sebagai pemimpin yang diutus Allah kala itu. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kisah-kisah Al-Qur'an mengandung nilai-nilai sejarah yang relevan untuk membangun peradaban saat ini. Hermeneutika dan tafsir Al-Qur'an membantu menggali makna bagi pembaca masa kini. Variasi pengutipan memengaruhi interpretasi tafsir. Mufasir dipengaruhi oleh pemahaman agama, lingkungan, dan faktor luar. Ini menunjukkan sifat dinamis tafsir. Ketika merujuk pada tafsir, individu mendapatkan interpretasi khusus, yang mempengaruhi pemahaman terhadap suatu konsep. Kata kunci: Kisah Nabi Musa, Tafsir Jal?lain, Tafsir al-Azh?r.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh konsep bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Puncak kelebihannya bisa lebih mulia dari malaikat, dan titik terendah kekurangannya lebih hina dari binatang. Tetapi dibalik kelebihan dan kekurangannya itu, manusia adalah makhluk yang penuh misteri. Tidaklah mengherankan jika kemudian muncul begitu banyak kajian, penelitian ataupun pemikiran tentang manusia dalam segala aspeknya. Salah satunya adalah tentang jiwa. Jiwa merupakan salah satu topik yang sangat menarik perhatian para ilmuwan barat. Tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan waktunya untuk mengkaji masalah ini. namun, kajian mereka tidak dilandasi dengan agama. Berbeda dengan ilmuwan muslim yang menjadikan agama sebagai pijakannya. Salah seorang ilmuwan muslim yang membahas tentang jiwa manusia adalah Ibn Sîna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya-daya jiwa manusia perspektif Ibn Sîna. Pemilihan tokoh ini menarik, karena gagasannya banyak dijadikan kiblat oleh generasi ilmuwan muslim setelahnya. Penelitian ini metode library reserch, penulis ingin mengetahui bagaimana konsep jiwa dalam perspektif Ibn Sîna. Kemudian juga bagaimana pandangan Ibn Sîna tentang daya-daya jiwa yang dimiliki manusia. Penelitian ini menggunakan metode library research (studi pustaka)Penelitian ini mengambil sumber primer berupa buku-buku Ibn Sina terkait jiwa. Dari penelitian diperoleh hasil, bahwa Ibn Sîna mengemukakan bahwa jiwa manusia terdiri dari tiga bagian, diantaranya yaitu: jiwa tumbuh-tumbuhan (al-nafs al-nabatiyah), jiwa binatang (al-nafs al-hayawaniyah), dan jiwa manusia (al-nafs al-insaniyah). Jiwa tumbuh-tumbuhan memiliki tiga fakultas, yaitu daya makan (al-quwwah al-ghadziyah), daya tumbuh (al-quwwah al-munammiyah), dan daya reproduksi (al-quwwah al-muwallidah). Jiwa binatang memiliki dua daya, yaitu daya penggerak (al-quwwah al-muharrikah), dan daya persepsi (al-quwwah al-mudrikah). Jiwa manusia mempunyai daya berfikir yang disebut dengan al-aql. Dan manusia juga memiliki tiga sekaligus jiwa tersebut.

Skripsi ini membahas mengenai fenomena living qur’an melalui praktik pembacaan ayat-ayat al-Qur’an sebagai metode terapi pengobatan yang dilakukan terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa di Pondok Pesantren Daarut Tasbih Tangerang. Pesantren ini dipilih karena praktik terapi yang dilakukan sudah berlangsung selama puluhan tahun oleh Kiai Rafiudin dan Kiai Razzaq. Banyak pasien sudah dapat disembuhkan setelah mendapatkan terapi di pondok ini, sehingga mereka dapat kembali hidup di lingkungan masyarakat. Pertanyaan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pembacaan ayat-ayat al-Qur’an yang digunakan sebagai obat dalam metode terapi bagi ODGJ di Pondok Pesantren Daarut Tasbih Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang? Jenis Penelitian yang digunakan untuk menjelaskan di dalam skripsi ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis yang pengumpulan datanya dilakukan melalui pengamatan, wawancara dengan para narasumber dan penelitian dokumen. Dalam skripsi ini didapati beberapa temuan, bahwa praktik pengobatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Daarut Tasbih kabupaten Tangerang menggunakan ayat-ayat al-Qur’an dan zikir sebagai dasar utamanya dengan tambahan dalam praktik media lain seperti air dan jamu yang berasal dari rempah-rempah. Terdapat beberapa surah yang dibacakan yaitu al-Fatihah, an-Nas, al-Falaq, al-Ikhlas, dan ayat kursi. Beberapa tahapan dalam menjalani proses pengobatan. Tahap pertama, wali pasien atau pasien akan dibuatkan janji temu dengan Kiai. Tahap kedua, berkonsultasi dengan Kiai dan memulai pengobatan dengan surah-surah yang telah disebutkan dan doa-doa khusus tergantung kebutuhan pasien sambil memegang kepala pasien lalu setelahnya Kiai akan membacakan doa yang ditiupkan ke air di dalam botol yang sudah disediakan. Air tersebut nantinya akan dipakai sesuai dengan istruksi Kiai jika pasien diizinkan untuk pulang. Setelah dibacakan ayat suci al-Qur’an dan doa-doa, umumnya pasien akan merasa lebih tenang dan mudah dikontrol. Manfaat yang terlihat dan dirasakan oleh pasien yaitu sangat terlihat adanya pengaruh positif yang mempengaruhi jasmani dan rohani mereka sehingga mereka pun secara perlahan dapat kembali ke masyarakat. Kata kunci: Pengobatan al-Qur’an, ODGJ, Manfaat.

Hasbi Ash-Shiddieqy dan Bisri Mustofa merupakan dua diantara mufasir yang tercatat dalam literatur tafsir Indonesia, selain sebagai mufasir, keduanya juga seorang politisi. Dalam menafsirkan beberapa ayat terkait politik khususnya etika politik, keduanya terdapat perbedaan dan persamaan. Hal tersebut menjadi alasan utama penulis memilih tema penelitian ini. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Adapun sumber data yang digunakan ialah studi pustaka atau library research. Sumber data tersebut terbagi menjadi dua, yakni: Tafsir Al-Ibriz karya Bisri Mustofa dan Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nuur karya Hasbi Ash-Shiddieqy sebagai sumber primer dan Tafsir Tematik (Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, Dan Berpolitik) yang ditulis oleh Kementrian Agama juga karya ilmiah lainnya dalam bentuk buku dan jurnal yang menjadi sumber sekunder pada penelitian ini. Beberapa hasil dari penelitian ini antara lain yakni: Pertama, Bisri Mustofa tidak menafsirkan 10 ayat-ayat terkait etika tersebut dengan dikontekstualisasikan pada latar belakangnya sebagai seorang politisi. Kedua, Hasbi beberapa kali terlihat mengaitkan penafsirannya terkait ayat-ayat etika politik tersebut terhadap unsur politik. Ketiga, Hasbi juga menyatakan prinsip-prinsip tersebut (adil, musyawarah, amanah) merupakan kaidah dalam sistem pemerintahan. Kata kunci: Tafsir Muqaran, Ayat-ayat Etika Politik, Hasbi Ash-Shiddieqy, Bisri Mustofa.

Masa kini terdapat mufassir dan ilmuwan sains kontemporer yang memiliki karakter yang berbeda dalam menjelaskan ayat al-Qur`an. Salah satu contohnya terkait makna ba?rain dalam al-Qur`an dengan penjelasan saintifik, yaitu Agus S. Djamil. Menurutnya pengertian batas dua laut, dapat diartikan sebagai “batas vertikal”, ataupun sebagai “batas horizontal”. Dalam hal ini penulis ingin melakukan penelitian mendalam bagaimana pemahaman Agus S. Djamil terkait batas dua laut tersebut dengan dibandingkan penafsiran ?an??w? Jauhar?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pandangan mufassir yang dalam kitab an bercorak tafsir ilmi dan saintis Agus S. Djamil dalam menjelaskan Batas Dua Laut dalam al-Qur`an. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data untuk dianalisis (analisis teks). Sedangkan untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Data terkumpul diklasifikasikan ke dalam dua sumber, yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer yaitu buku tafsir ?an??w? Jauhar? yaitu, Al-Jaw?hir f? Tafs?r al-Qur`?n al-Kar?m serta buku karya Agus S. Djamil di antaranya “Ayat-Ayat Laut”, dan “Batas Dua Laut” adapun sumber sekunder berupa kamus-kamus, kitab-kitab tafsir lain, dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nampak bahwa Agus S. Djamil menyampaikan pemahamannya yang berkesesuaian dengan corak tafsir ilmi sama halnya Al-Jaw?hir f? Tafs?r al-Qur`?n al-Kar?m karya ?an??w? Jauhar?, sebagai upaya untuk mengaitkan ayat-ayat dengan hasil observasi dan temuan-temuan di bidang ilmu pengetahuan kelautan. Agus S. Djamil memang bukanlah seorang mufassir namun, banyak memberikan penjelasan ilmiah berbeda dibanding pada mufassir umumnya. Kata Kunci: Batas dua laut, ba?rain, penafsiran ayat kauniyyah, Agus S. Djamil, ?an??w? Jauhar?.

Raihan Yasmin Khuzaimah, 11190340000021 “Interaksi Santri dengan Al-Qur’an (Studi Kasus Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung)” Mempelajari alMempelajari alMempelajari alMempelajari alMempelajari al-Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Qur'an adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya alMuhammad SAW. Sebagaimana tujuan diturunkannya al-Qur'an adalah Qur'an adalah Qur'an adalah Qur'an adalah Qur'an adalah Qur'an adalah Qur'an adalah hudan lil naas hudan lil naas hudan lil naas hudan lil naas hudan lil naas atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami atau petunjuk bagi umat manusia, maka dengan memahami isi alisi alisi alisi al-Qur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan peQur'an, manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk tunjuk al-Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar Qur'an. Pondok Pesantren Miftahul Khoir mendidik santrinya agar sering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan alsering berinteraksi dengan al-Qur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal alQur'an terutama dengan menghafal al-Qur’an Qur’an Qur’an Qur’an yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi yang merupakan program unggulan dari pesantren tersebut. Berinteraksi dengan aldengan aldengan aldengan aldengan al-Qur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan keteQur’an dapat memeberikan ketenangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan nangan hati, menghilangkan kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri kegelisahan. Namun, dari hasil penelitian penulis masih didapati santri yang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apayang tidak mendapatkan ketenangan bahkan merasakan apa-apa apa apa setelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan alsetelah berinteraksi dengan al-Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis Qur’an. Oleh karena itu, penulis memfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini tmemfokuskan penelitian ini terhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan erhadap bagaimana interaksi santri dengan al-Qur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayatQur'an, apakah mereka memang betul memahami makna dari ayat al-Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal Qur'an yang sudah mereka hafal atau sekedar membaca dan menghafal saja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknasaja tanpa memahami maknanyanyanya. Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak . Selain itu, masih banyak santrisantri yang yang yang yang bacaan albacaan albacaan albacaan albacaan albacaan al-Qur'aQur'aQur'aQur'annya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik.nnya masih kurang baik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). field research). field research). field research). field research). field research). field research). field research). field research). Data Data Data Data yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara,yang penulis gunakan adalah dengan metode observasi, wawancara, angket,angket,angket,angket,angket, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. kualitatif. kualitatif. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaksi santri Miftahul Khoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan alKhoir dengan al-Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Qur’an cukup intens. Bentuk interaksi yang dilakukan Q

Penerapan etika sosial kemanusiaan yang menjadi pokok ajaran utama dalam ajaran Islam, dalam prakteknya tidak selamanya seiring. Penelitian ini menelaah tentang etika dalam kisah pelarian nabi Musa ke Madyan menurut Hamka. Hamka yang dikenal dengan Filosuf tentang etika membuat berbagai macam teori tentang etika. Teori tersebut selain dituangkan dalam buku-buku karyanya dituangkan dalam tafsirnya. Bukti asumsi itu dibenarkan dalam penafsirannya mengenai beberapa ayat yang menandung etika. Karena keterkaitan itu, tafsir al-Azhar dipilih untuk mengungkap nilai etika apa saja yang terdapat dalam kisah pelarian nabi Musa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan data primernya adalah al-Qur?an dan tafsir al-Azhar. Nilai etika yang dihasilkan dari penelitian ini adalah ada sembilan etika dalam penafsiran Hamka pada kisah pelarian nabi Musa ke Madyan, dengan menggunakan tiga terapan yakni: terhadap Tuhan, sesama manusia dan lawan jenis. Etika terhadap Tuhan, yakni: tidak mengeluh pada Tuhan ketika mendapat masalah, dan berkata yang baik serta tidak memaksa Tuhan saat berdo?a. Etika terhadap sesama manusia, yakni: memberi simpati dan nasehat kepada orang yang kesulitan, mengutamakan kepentingan orang lain meskipun sama-sama membutuhkan, berterimakasih kepada orang yang memberikan pertolongan, menghibur orang yang sedang dilanda masalah, menolong orang lain agar mendapat pekerjaan, memberi jalan keluar yang bijak dari masalah yang orang lain. Etika terhadap lawan jenis, yakni: menjaga diri ketika berbicara dengan yang bukan mahram. Nilai etika yang dihasilkan dari penelitian ini bukanlah Hamka secara spesifik mengatakan adanya etika dari surah al-Qasas ayat 20-28. Namun, terdapat satu penafsiran Hamka yang spesifik tentang etika yakni pada surah al-Qasas ayat 24, yang membahas tentang etika berbicara yang dilakukan Musa ketika berdo?a. Kata Kunci: Etika, Kisah Nabi Musa, dan Hamka

Skripsi ini membahas tentang praktik membaca al-Qur’an pada anak yang berada di Kelurahan Cempaka Putih Tangerang Selatan. Pentingnya peranan orang tua dalam menanamkan pendidikan ilmu agama kepada anak sejak dini, terutama dalam ilmu yang berkaitan dengan membaca al-Qur’an. Kemudian dengan berkembangnya zaman, mulailah bermunculan TPQ sebagai sarana anak untuk mempelajari membaca al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an anak di TPQ yang berada di Kelurahan Cempaka Putih terkait kualitas bacaan al-Qur'an dan mengetahui metode yang digunakan di TPQ untuk menunjang keberhasilan dalam melakukan pendidikan pembelajaran al-Qur’an. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an. Oleh karenanya pengumpulan datanya adalah berupa observasi, wawancara dengan beberapa ketua TPQ dan para responden seperti ketua TPQ, guru yang mengajar, orang tua, serta anak yang mengikuti kegiatan membaca al-Qur’an dan dokumentasi. Kemudian menganalisanya dengan data yang terkumpul. Dari hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa terdapat dua metode yang digunakan dalam kegiatan membaca al-Qur’an, yakni metode Qiroati dan metode Iqra. Uniknya jumlah anak yang belajar di Lembaga yang menggunakan metode Qiroati lebih banyak dan lebih diminati dibandingkan Lembaga yang menggunakan metode Iqra. Terbukti dengan adanya antrean (indent) di TPQ tersebut. Kata kunci: Praktik, Membaca, Menulis, al-Qur’an, Anak

 Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Hasil Pencarian


Ditemukan 8160 dari pencarian Anda melalui kata kunci: Author : "a"
Saat ini anda berada pada halaman 112 dari total 816 halaman
Permintaan membutuhkan 0,17217 detik untuk selesai
XML ResultJSON Result

Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog