Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Penelitian ini mengkaji persoalan Sinonimitas (Mutaradif). Kajian ini menjadi perdebatan diantara para ulama ahli bahasa Arab terkait keberadaan Tar?duf terhadap kata yang ada dalam Al-Qur’an. Sebagian ulama sepakat dengan keberadaan Tar?duf dalam Al-Qur’an. Dalam skripsi ini mengkaji kata Al-Kal?m dan An-Nu?q yang bermakna berbicara. Data yang digunakan adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata Al-Kal?m dan An-Nu?q , penulis meneliti makna kedua kata tersebut melalui sampling ayat yang terdapat dua kata tersebut. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library reasearch) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini berdasarkan dari analisis penulis terhadap beberapa sampel lafaz Al-Kal?m dan An-Nu?q . Maka pertama, lafaz Al-Kal?m pada QS. Al-Baqarah/2: 253, QS. Al-Nis?/4: 164, dan QS. Al-A’r?f/7: 143 digunakan pada konteks tuturan Allah dengan Nabi Musa As. Lafaz Al-Kal?m dalam QS. Y?suf/12:54 digunakan pada konteks tuturan Allah untuk sesama manusia, yakni pada ayat tersebut Allah menggambarkan percakapan yang terjadi antara Raja dengan Nabi Yusuf As. Lafaz Al-Kal?m pada QS. Al-An’?m/6: 111 dan QS. Ar-Ra’d/13: 31 digunakan pada konteks tuturan Allah dengan orang yang telah mati. Kedua, lafaz An-Nu?q pada dalam QS. Fu??ilat/41: 21 digunakan pada konteks perkataan kulit kepada orang-orang musyrik. Lafaz An-Nu?q dalam QS. An-Najm/53: 3 digunakan pada konteks menjelaskan bahwasannya ucapan Nabi Muhammad saw tidak berdasarkan hawa nafsunya, melainkan apa yang diucap adalah wahyu. Lafaz An-Nu?q dalam QS. An-Naml/27: 16 digunakan pada konteks bahasa burung, bahasa burung tersebut meliputi suara, isyarat, atupun gerakan burung. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat perbedaan antara lafaz Al-Kal?m dan An-Nu?q , yang mana lafaz Al-Kal?m adalah suatu perkataan yang dapat dimengerti dan atas kehendaknya sendiri, lain hal dengan lafaz An-Nu?q yaitu perkataan bi ghairi iradah atau bukan kehendaknya sendiri, melainkan karena ada faktor eksternal yang mana dalam konteks ayat-ayat tersebut Allah SWT sebagai Subjek memberi perintah yang absolut untuk berbicara, seperti sampling yang diambil dalam QS. Fu??ilat/41: 21, QS. Najm/53: 3 dan QS. An-Naml/27: 16 Kata Kunci : Tar?duf, Tafsir, Al-kal?m, An-Nu?q

Penelitian ini terfokuskan pada kata Ahl al-?ikr perspektif penafsiran al-Razi dan al-Qusyairi. Kata Ahl al-?ikr jika pertama kali didengar dalam sebuah forum diskusi maupun isi ceramah seseorang, yang terbenak dalam pikiran kata Ahl al-?ikr adalah sesosok cerminan yang ahli dalam berdzikir atau yang biasa disebut sebagai ahli wirid. Namun, dalam al-Qur’an terjemahan Kementrian Agama diartikan sebagai orang berilmu dan pengetahuan. Apabila diterjemahkan secara terpisah, menurut kamus al-Munawwir kata ahl dalam bahasa Arab memiliki arti keluarga dan dalam kamus al-Munawwir memiliki makna ?????? ??? ??????? yang memiliki arti ibadah. Dengan banyaknya makna dan penafsiran yang berbeda-beda, penulis menggunakan dua sudut pandang ulama tafsir untuk meneliti Ahl al-?ikr yaitu dari Fakhr al-D?n al-R?z? dan al-Qusyair?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat dekriptif analisis. Karena penelitian ini melalui proses pengumpulan data penelitian dengan cara kepustakaan (library research) yaitu menelaah literatur, buku, dan catatan-catatan yang berkaitan dengan latar belakang permasalahan. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa kata Ahl al-?ikr di dalam al-Qur’an hanya disebutkan dua kali, yaitu dalam surat al-Na?l ayat 43 dan al-Anbiy?’ ayat 7. Dalam penafsiran al-Razi dan al-Qusyairi memiliki persamaan penafsiran pada awal penafsiran kedua ayat ini, yaitu ketika kaum kafir Quraisy tidak mempercayai utusan Allah adalah manusia dijelaskan dalam ayat ini bahwa utusan Allah sebelum Muhammad SAW untuk manusia adalah dari manusia juga. Perbedaan dalam penafsiran ini al-R?zi menafsirkan Ahl al-?ikr kepada ahli kitab karena menurutnya terdapat serangkaian kisah dengan Yahudi dan Nasrani, sehingga kafir Quraisy yang pada saat itu tidak mempercayai Ahl al-?ikr diperintahkan untuk bertanya kepada Ahl al-Kit?b sebelum al-Qur’an itu ada, yaitu kepada Ahl al-Taurat dan Ahl al-Inj?l, sedangkan menurut al-Qusyairi Ahl al-?ikr artinya adalah ulama. Karena menurut al-Qusyairi perintah bertanyalah kepada Ahl al-?ikr adalah anjuran khususnya untuk kaum muslim bertanya kepada ahlinya ketika tidak mengetahui sesuatu. Namun, pada saat kafir Quraisy tidak percaya utusan dari kalangan manusia, Ahl al-Taurat dan Ahl al-Inj?l yang paling tepat diartikan sebagai Ahl al-?ikr. Kata Kunci : Ahl al-?ikr , Penafsiran al-Razi, Penafsiran al-Qusyair

 Halaman Pertama   Sebelumnya   111   112   113   114   115   Berikutnya   Halaman Akhir 

Hasil Pencarian


Ditemukan 8160 dari pencarian Anda melalui kata kunci: Author : "a"
Saat ini anda berada pada halaman 111 dari total 816 halaman
Permintaan membutuhkan 0,12152 detik untuk selesai
XML ResultJSON Result

Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog